hujan

Sabtu, 15 Agustus 2015

Story of My Life 8 [Miss Baper, Ratu baper, dan lain-lain]

Pernah gak sih, kamu ehem, kalian ngatain aku kaya gitu? Iya, Miss Baper. Aku sih gak kenapa-kenapa dikatain kaya gitu. Soalnya emang kenyataannya aku baperran. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit marah. Hayo ngaku yang udah pada ngatain kaya gitu .. hahaha.

Emang sih, aku baperra. Aku suka marah-marah gak jelas. Banyak ngomong [alias cerewet, bawel minta ampun]. Lemot . Kalau jelasin sesuatu ke aku emang harus berkali2~! . Gak dong apa-apa. Kalau update status galau mulu. Kapan move on kapan ini itu blablabla. Kalau ngomong kadang keras banget. Ketawanya aja udah kaya kuntilanak //hush.

kayaknya gak ada baik-baiknya sama sekali malahan wkwk. Tapi, kalian tau gak sih? Ketika kalian ngomong kaya gitu kamu bisa ngeliat isi hatinya. Enggak bisa kan? Kalau dia diluarnya kaya orang stres hampir ketawa terus. Tapi kalau didalamnya dia menangis, gimana dong?

Dan aku tegassin ya. Aku juga gak mau kali jadi orang yang terlahir baper mulu kaya gini. Tapi aku gak tau kenapa, kalau aku sendirian gitu aku kadang nagis sendiri. Kaya ada sesuatu yang ngelukain aku. Tapi aku gak tau asalnya dari mana..

Aku sebenarnya bisa berubah. Jadi apa yang kalian mau... Dan hal itu akan membuat kalian lebih nyaman pas lagi ada di dekatku. Jadi cewek yang lemah lembut, kalau ngomong gak keras dan gak kasar.  Mungkin bagi kalian itu akan membuat kalian nyaman. Iya sih buat kalian nyaman, terus akunya gimana? :D.

Di saat aku ngerubah sikapku jadi apa yang kalian pengen tapi aku malah gak nyaman sama perubahaanku sifatku ini. Dan aku malah risih dengan diriku sendiri. Gimana dong? Jadi tambah  stress kalau gitu.. Now, Let me be my self. Biarin aku kaya gini dulu. Aku ingin berubah, tapi gak secara instant .. perlahan-lahan. Dan gak tau kapan aku akan memulainya..

Rabu, 05 Agustus 2015

Story of My Life 7 [ Dunia luar begitu menyakitkan, iya kan?]

Dunia luar itu begitu kejam, menyakitkan. Itu yang selalu terlintas dalam pikiranku, dan banyak orang lain juga beranggapan seperti itu.Aku yang jarang meninggalkan rumahku ini, paling-paling pergi keluar saat hendak ke sekolah, beli makanan maupun beli kebutuhan lainnya. Hobiku yang cuman duduk sambil ngeliatin layar komputer seharian maksudnya layar komputernya hidup, makan, dan tidur. Yup, itu duniaku.

Dunia yang sepenuhnya aku jalani sendirian, di dalam kamar ini~ Jika aku di olok-olok oleh orang di sekitarku. Aku memakai headset, play lagu. Volume di besarin sampai suara-suara mereka tak terdengar lagi. Teman? Aku memiliki beberapa teman di dunia nyata. Dan banyak teman di dunia mayaa! Iya itulah aku. Aku yang asik dengan duniaku.

Tapi sejak kejadian unik waktu itu. Aku menghidupkan sampai 24 jam non stop. Dan gara-gara itu modemku disita. Bisa sih beli modem baru terus di pakai lagi. Tapi aku mulai berpikir, mecoba hal baru. Mengapa tidak? Jujur, aku takut. Aku takut jika mereka menolakku. Lingkungan, teman-teman baru.Semuanya!

Kemudian, dengan desakkan orang tua. Aku masuk ke sekolah ini. Jurusan pariwisata. Agak menyebalkan memang jika tidak dengan keinginan dari dalam hati ini. Tapi aku pasrah aja. Mungkin dengan ini, aku bisa dapat pengalaman yang belum pernah kualamin ketika masa suramku dulu.

Tapi sekarang aku bersyukur bisa di sekolahin disini. Mungkin jika aku di sekolahin disekolah lain waktuku gak bakalan se senggang ini. Mungkin juga aku gak bakalan dateng ke event itu dan bertemu mereka dan memulai petualangan yang benar-benar mengagumkan! Apalagi, ketika ada perjalanan untuk tugas sekolah. Banyak tempat yang bener-bener indah banget! Sejuk, dinginnya air. Angin yang membuat daun-dan berguguran. Aku suka itu!

Mungkin akan ada banyak pertanyaan. Kamu bisa beradaptasi secepat itu? Apakah kamu bahagia seperti itu? Kamu gak nyesel ninggalin dunia mu yang dulu? Apa kamu... Ahh stop! Iya aku jawab. Aku saat itu belum sepenuhnya terlepas dari kebiasaanku. Yang penting gak sesering dulu lah. Aku bahagia. Iya! Ini aku, yang dulu sering bilang dunia luar itu menyedihkan, suram, menakutkan. Dan aku cuman mau bilang, "Guys! Ayo keluar! Dunia luar itu begitu... Mengagumkan.."

Selasa, 04 Agustus 2015

Story of My Life 6 [Kamu]

Entah aku harus bahagia atau sebaliknya. Ketika aku pernah berteriak ke salah satu temanku. "Aku sudah bisa move on! Yeay!!" Tapi responmu yang terkejut ketika aku menyebutkan namanya. "Ada apa?" Ucapku terbata-bata. Dan seketika itu juga air mata sudah mengalir deras di kedua pipiku, "Loh, kenapa harus menangis?" Ucapku tertawa. Harusnya aku bahagia, iya bahagia. Jujur loh aku bahagia, tapi sambil menangis. Aneh bukan?

Aku mendengarkannya. Perasaan macam apa ini? Begitu menyesakkan. Sakit sekali. Dan saat itu juga aku memakai topeng agar tak dilihat oleh temanku itu. Panjang sekali, namun aku tetap dengarkannya. Sakit memang. Tapi mau bagaimana lagi. Dia telah memilihnya kan? Bahkan orang itu pun lebih memilihnya.

Rasanya memang mustahil untuk berpindah tempat dari tempat ini. Kakiku terasa amat berat untuk melangkah barang satu kali saja. Mungkin memang nasibku tak boleh berpindah. Aku ingin sekali berpegangan akan tangan orang itu. Namun bayangan itu terus menyeretku untuk tetap disini.

Mustahil? memang. Menjadi apa yang dianggap keberadaannya olehmu pun mustahil, apalagi menjadi orang yang kau harapkan. Iya kan? Menyedihkan memang. Tetapi seperti yang aku katakan tadi. Aku pun juga bahagia. Akhirnya dia mau bercerita tentang seseorang juga, jarang sekali ia bercerita seperti itu.

Orang baik harus dapet yang baik pula~ Lagi pula, aku tak terlalu dekat dengannya. Kamuu.. Harusnya sadar ada orang sebaik dia didekatmu. Kamuu.. Harusnya bisa mengerti perasaannya dari sorot matanya ketika bertatap muka denganmu. Tingkahnya yang berbeda ketika berada didekatmu. Orang yang selalu support kamuu. Semua, tidak.. Segala yang ada pada dirinya begitu baik.