hujan

Rabu, 27 Januari 2016

Story of My Life 10


Hidup sebagai seorang gadis, seolah-olah keberadaannya dianggap ada oleh orang di sekitarnya. Dengan berpura-pura tetap tegar dia selalu memasang senyum lebar di wajahnya. Yang berusaha sekuat mungkin dapat memikul beban berat di pundak kecilnya. Kau paham akan hal itu?
Hidup hanya untuk kepentingan orang lain. Terus menerus dilakukannya tetapi dia tetap memilih untuk terus hidup dan berharap suatu saat nanti dapat menemukan tujuan tentang mengapa dia memilih jalan itu.
Selalu ingin menjadi orang baik namun semua hanyalah kemunafikannya karena telah terlahir di dunia ini. Hanya dapat berpura - pura  menjadi orang baik agar semua orang yang berada di sekelilingnya bahagia walaupun dirinya sendiri merasa bersalah bila melakukan hal itu.
Gadis yang selalu mencari seseorang yang dapat dijadikannya alasan mengapa dia dapat bertahan hidup di dunia yang begitu kejam dan mengerikan ini.  Dia akan tetap mencari walaupun pada akhirnya ditinggalkan lagi dan lagi.
Boro-boro untuk memikirkan tentang  masa depan. Tahun besok, bahkan keesokan harinya pun tak tahu harus melakukan apa. Tapi dia akan tetap berjuang terus menerus hingga dapat temukan orang tersebut. Jika kehilangan, dia hanya akan mencari lagi dan lagi.
Terkadang bersayap dan terkadang  juga bertanduk. Layaknya manusia yang mempunyai dua kepribadian dalam tubuhnya yang mungil itu. Ketika tanduk itu muncul, sebisa mungkin untuk menahan diri walaupun pada akhirnya dia akan terluka. Membayangkan saja sudah membuatnya merasa sedih. Ketika merasa menyakiti orang lain, dia hanya bisa menangis.. menyesalinya hingga  tertidur lelap dalam dunia penuh  kegelapan yang dibuatnya. Ketika menengok ke belakang, mengingat segala hal yang telah terjadi. Dia hanya bergumam, “Ya ampun. Lucu sekali” Sambil tersenyum sengit, menangis kemudian.
Di saat melihat orang lain dapat tertawa terbahak-bahak, dia mengrenyitkan dahi lalu berkata “Oh ayolah, aku tahu kamu tak sebahagia itu. Atau kamu akan merasakan sakit yang luar biasa jika kamu terus menumpuknya seperti itu”. Mungkin semua perkataannya tadi hanya cerminan atas dirinya sendiri.
Tetapi mengapa ia tetap memilih untuk terus hidup? Dia tidak pernah mengatakan tidak ingin hidup. Hanya saja dia tak tau apa yang harus dikerjakannya dan apa yang akan digapainya. Dia terus mencari hal yang dapat dijadikan sebuah mimpi dan berharap suatu saat nanti dapat diwujudkanya..

Minggu, 24 Januari 2016

Story of My Life 9

Disaat aku sedang bahagia, entah kenapa rasanya itu semua hanya semu belaka.
Saat aku berjalan dengannya, aku bisa tertawa. Namun entah mengapa, ada yang menahannya. Rasanya tak bisa tertawa lepas. Kami memang saling suka atau cuman aku yang merasa demikian? Entahlah, yang jelas  ada rasa canggung ketika aku berbagi cerita denganmu. Aku mengira saat disampingmu itu saat terbahagiaku, membuatku merasa nyaman. Tapi nyatanya tidak sama sekali..

Sebulan, dua bulan masih lancar saja. Tapi setelah itu, perlahan-lahan ada yang hilang. Kami masih sering chat, namun tetap saja ada yang hilang. Disaat semua itu terjadi, aku menemukan seseorang yang bersamaku. Aku bahagia sungguh, gak ada rasa gengsi sama sekali waktu aku berada di dekatnya. Tapi ada hal yang menggangguku. Aku menyukainya. Membuat komitmen dengan siapa, sukanya dengan siapa.

Cara membunuh orang tanpa dengan senjata adalah ketika kamu bisa masuk kehidupan orang tersebut, kemudian kasih dia perhatian, ajak dia jalan, buat dia nyaman. Setelah itu, menghilanglah. Hapuslah semua kontaknya. Seolah-olah kamu gak mengenalnya lagi. Kejam memang, tapi itulah kenyataannya. Kita tak pernah bertemu sekian lamanya. Yasudah, kuputuskan untuk diam dulu sementara ini. Lagian, sudah lama aku di perlakukan demikian. Tak dianggap ada, tak dianggap rumah baginya.

Aku melewati hari demi hari seperti biasanya. Orang saat ini ku sukai saat itu sedang pulang ke rumahnya, beda pulau . Sepi memang, tapi mau bagaimana lagi. Saat itu juga aku takut, aku takut kalau kamu gak akan balik ke sini lagi, kota dimana aku bisa bertemu denganmu.