Disaat aku sedang bahagia, entah kenapa rasanya itu semua hanya semu belaka.
Saat aku berjalan dengannya, aku bisa tertawa. Namun entah mengapa, ada yang menahannya. Rasanya tak bisa tertawa lepas. Kami memang saling suka atau cuman aku yang merasa demikian? Entahlah, yang jelas ada rasa canggung ketika aku berbagi cerita denganmu. Aku mengira saat disampingmu itu saat terbahagiaku, membuatku merasa nyaman. Tapi nyatanya tidak sama sekali..
Sebulan, dua bulan masih lancar saja. Tapi setelah itu, perlahan-lahan ada yang hilang. Kami masih sering chat, namun tetap saja ada yang hilang. Disaat semua itu terjadi, aku menemukan seseorang yang bersamaku. Aku bahagia sungguh, gak ada rasa gengsi sama sekali waktu aku berada di dekatnya. Tapi ada hal yang menggangguku. Aku menyukainya. Membuat komitmen dengan siapa, sukanya dengan siapa.
Cara membunuh orang tanpa dengan senjata adalah ketika kamu bisa masuk kehidupan orang tersebut, kemudian kasih dia perhatian, ajak dia jalan, buat dia nyaman. Setelah itu, menghilanglah. Hapuslah semua kontaknya. Seolah-olah kamu gak mengenalnya lagi. Kejam memang, tapi itulah kenyataannya. Kita tak pernah bertemu sekian lamanya. Yasudah, kuputuskan untuk diam dulu sementara ini. Lagian, sudah lama aku di perlakukan demikian. Tak dianggap ada, tak dianggap rumah baginya.
Aku melewati hari demi hari seperti biasanya. Orang saat ini ku sukai saat itu sedang pulang ke rumahnya, beda pulau . Sepi memang, tapi mau bagaimana lagi. Saat itu juga aku takut, aku takut kalau kamu gak akan balik ke sini lagi, kota dimana aku bisa bertemu denganmu.
Saat aku berjalan dengannya, aku bisa tertawa. Namun entah mengapa, ada yang menahannya. Rasanya tak bisa tertawa lepas. Kami memang saling suka atau cuman aku yang merasa demikian? Entahlah, yang jelas ada rasa canggung ketika aku berbagi cerita denganmu. Aku mengira saat disampingmu itu saat terbahagiaku, membuatku merasa nyaman. Tapi nyatanya tidak sama sekali..
Sebulan, dua bulan masih lancar saja. Tapi setelah itu, perlahan-lahan ada yang hilang. Kami masih sering chat, namun tetap saja ada yang hilang. Disaat semua itu terjadi, aku menemukan seseorang yang bersamaku. Aku bahagia sungguh, gak ada rasa gengsi sama sekali waktu aku berada di dekatnya. Tapi ada hal yang menggangguku. Aku menyukainya. Membuat komitmen dengan siapa, sukanya dengan siapa.
Cara membunuh orang tanpa dengan senjata adalah ketika kamu bisa masuk kehidupan orang tersebut, kemudian kasih dia perhatian, ajak dia jalan, buat dia nyaman. Setelah itu, menghilanglah. Hapuslah semua kontaknya. Seolah-olah kamu gak mengenalnya lagi. Kejam memang, tapi itulah kenyataannya. Kita tak pernah bertemu sekian lamanya. Yasudah, kuputuskan untuk diam dulu sementara ini. Lagian, sudah lama aku di perlakukan demikian. Tak dianggap ada, tak dianggap rumah baginya.
Aku melewati hari demi hari seperti biasanya. Orang saat ini ku sukai saat itu sedang pulang ke rumahnya, beda pulau . Sepi memang, tapi mau bagaimana lagi. Saat itu juga aku takut, aku takut kalau kamu gak akan balik ke sini lagi, kota dimana aku bisa bertemu denganmu.
perjalanan hidup yang penuh kesan,. serta perjuangan yang mengaharukan :)
BalasHapusTerima kasih telah berkunjung ^^
Hapus