“Ketika diriku sedang bersedih, dirimu tak lagi disampingku. Pada akhirnya, aku tetap sendirian.”
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Mengapa kau selalu berbuat seperti itu?”
Apa? Apa maksudmu?
Berbuat apa? Bila ada seseorang yang selalu mengutuk dirinya sendiri karena
telah lahir di dunia ini. Selalu mengumbar rasa sedihnya ketika dia sedang
merasa bersedih. Selalu merasa kekurangan. Berulang kali menyalahkan dirinya
sendiri, berbuat seperti itu, salahkah?
“Mengenai apa, seburuk
itukah masalahnya?”
Jika ditanya mengenai masalah
apa, entahlah. Mungkin terlalu banyak, atau diriku sendiri yang
melebih-lebihkannya. Aku belum bisa menceritakannya. Yang ku tau saat ini
adalah aku merasa hampa, masih tak ada tujuan yang ingin ku gapai. ingin
menangis tapi entah untuk apa.. Rasanya seperti ingin menghilang saja.
“Masih banyak kali
orang lain yang masalahnya lebih berat darimu, jangan banyak ngeluh”
Gak semua orang
mentalnya sekuat itu. Aku gak sekuat mereka.. Kalau tak mau mendengar keluh
kesahku gak masalah kok. Aku bisa mengatasinya sendiri. Aku hanya mau
meluapkannya. Jika merasa keberatan, hapus kontakku saja.. Tutup kuping kalian
ketika aku mengeluh lagi.. Aku tak keberatan.
Adakah pertanyaan
lainnya yang perlu untuk ku jawab lagi? Aku sudah lelah, sedih bila selalu mendengarkan
itu semua di belakangku. Gak dewasa sama sekali? Memang. Apa ya.. entahlah.
Yang jelas makasih saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar