hujan

Selasa, 18 Juni 2024

Rainbow Bridge

Sudah berapa lama, aku tak pernah melihat warna lain selain abu-abu. Apa kau tau rasanya berdiri di tengah keramaian tanpa dapat melihat hal lain selain kehampaan..? Apapun itu, aku hanya ingin diselamatkan. Aku tetap berjalan meskipun tak dapat melihat apapun. Tapi satu hal yang aku pegang dari dulu, suatu saat nanti di ujung sana pasti ada hal yang menungguku.. 

Entah apapun yang ku lalui rasanya berat sekali untuk dijalani. Bahkan bernapas saja rasanya sesak sekali.. Apapun kulakukan hanya untuk merasa tetap hidup. Apapun, meskipun itu akan merenggut nyawaku sekalipun. Aku sudah tak peduli lagi dengan rasa sakit yang sudah ku bawa berapa tahun lamanya. Meskipun aku harus merangkak sekalipun, aku tetap melangkah. Yang kupikirkan sekarang hanyalah bagaimanapun caranya aku harus berpindah tempat. Maju tanpa tahu apa yang menungguku di depan. Tak peduli apakah itu malaikat pencabut nyawa sekalipun. 

Aku tak pernah memikirkan perasaanku. Yang paling terpenting adalah perasaan orang lain. Aku tak pernah memperdulikan rasa sakit yang selalu aku Terima, asalkan orang di sekitarmu bisa tersenyum. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, selama ini aku hanya mencari sesuatu hal yang setidaknya bisa dijadikan alasan aku untuk hidup. Menangis adalah makanan sehari-hari ku. Bagiku tak mengapa, asalkan aku bisa bernapas sampai detik ini. 

Ketika aku meraba, sudah tak ada jalan lagi yang bisa ku lalui. Buntu. Saat itu aku bingung, aku harus apa? Apakah aku sudah menemukan sesuatu, atau memang pada dasarnya aku mengejar apa yang tak dapat lagi aku kejar..? Kemudian entah darimana datangnya, sosok yang tak asing mengulurkan tangannya. Apakah tak mengapa denganku? Kamu senang kah, dengan kehadiranku? Walaupun compang-camping berlumuran darah seperti ini. Apakah tak mengapa, orang seperti ku untuk bisa berada di sampingmu..? 

Sudah berapa lama aku tak melihat senyumnya. Ia tetap merangkul ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Ia pun mengobati segala luka yang sudah lama membekas. Sakit. Tapi senyumnya membuatku merasa aman. Pelukan hangat hari itu tak akan pernah aku lupakan. Semuanya air mata tumpah. 

Pandangan yang kabur perlahan menjadi jelas. Ah, aku benar-benar merindukan senyumannya. Senyuman yang selama ini aku nantikan. Hangatnya pelukan yang selama ini hanya aku mimpikan hari ini terbayar sudah semuanya. Perlahan aku mulai bisa melihat warna lain, di ujung sana aku pun melihat jembatan yang begitu indah. Tak pernah sekalipun selama hidup aku melihatnya. Aku pun mulai melangkah lagi. Mari sekali lagi menyebrangi jembatan dengan bergandengan tangan. Kita bercanda dan tertawa seperti biasa. Walaupun nanti aku tak dapat melihatmu lagi, apakah kamu tetap mau menghampiriku? Walaupun begitu, ingatan tentangmu tak akan pernah ku lupakan sedikitpun. Tak akan pernah ku lupakan. Tak akan pernah ku lupakan.. Tak akan pernah ku lupakan.. Karena kamulah yang mengajarkanku, bagaimana bahagia dengan kehadiran orang lain di hidup kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar