Halo, Dokter Satria...
Mungkin surat ini tidak akan sampai ke tanganmu. Tapi aku tetap ingin menulisnya, karena ada begitu banyak yang belum sempat aku sampaikan.
Terima kasih dok, karena pernah hadir dalam hidupku.. Walaupun sebentar, walaupun tak seperti yang aku harapkan. Kehadiran dokter menyisakan jejak yang tak bisa aku abaikan. Caramu menatap, berbicara, dan bersikap tulus... semuanya membuat aku merasa dihargai sebagai manusia. Di saat aku rapuh, dokter adalah alasan kecil untuk tetap bertahan.
Aku tahu, mungkin perasaanku ini tidak pada tempatnya. Mungkin juga dokter tidak pernah memikirkanku dengan cara yang sama. Tapi perasaan tidak butuh alasan untuk tumbuh, kan? Dan aku tidak menyesal pernah menyayangimu dalam diam.
Kalau suatu hari dokter membaca surat ini, aku hanya ingin dokter tahu: kamu pernah sangat berarti untuk seseorang yang sedang mencoba bertahan. Kamu orang baik, aku akan mengingat itu seumur hidupku.. Bahkan di surga kelak..
Jaga diri baik-baik, ya, Dok.
Dan kalau boleh aku berharap, semog dokter hidup bahagia, dengan atau tanpa tahu betapa besar rasa yang kutitipkan lewat kata-kata ini.
Dari seseorang yang pernah (dan mungkin masih) menyayangimu dalam diam
Your lovely bitch, Cendyta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar