Terjebak di ketidakpastian yang tak menyenangkan
Aku dapat melihatmu, aku dapat mendengarmu
Dalam satu ruang yang tak nampak luas namun tetap tak dipertemukan
Berhentilah berpikir, apa yang kau gumamkan?
Yang harusnya keluarkan air mata adalah aku.. Egois...
Pertemuan adalah sebuah perpisahan yang tertunda..
Apa yang harus ku lakukan ketika hari itu datang
Tawaku hari ini kugunakan untuk apa?
Semuanya sia-sia.. Semuanya..
Tawaku hari ini adalah cerminan tangisku di kemudian hari
Ku terus menunggu, sungguh.. Aku lelah.
Terus menerus hitung mundur hari demi hari
sehari dua hari tiga hari..
Waktuku tak banyak..
Tolong mengertilah..
Aku tak paham arti dari sebuah pertemuan
Jika sesakit ini, aku tak inginkan semua itu
Kenangan, memori yang teringat jelas di ingatanku
Perlahan menghilang, tak berbekas
Akankah setelah jauh darimu, semua ini akan menjadi hampa?
hujan
Kamis, 28 November 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Aku mencintaimu
Langit tak secerah hari kemarin
Rintik hujan basahi tubuh kita berdua
Kau datang, berikanku sekuntum mawar merah berduri
Bunga yang selalu aku impikan
Aku akan tertidur lelap dan mungkin takkan bisa menjahilimu lagi..
Meskipun begitu, aku kan tetap hadir dalam hidupmu
Menjadi kenangan yang terindah dalam setiap mimpimu
Dan akan selalu menjadi pelindungmu, dalam wujud yang berbeda...
Aku mencintaimu
Rintik hujan basahi tubuh kita berdua
Kau datang, berikanku sekuntum mawar merah berduri
Bunga yang selalu aku impikan
Indah, namun menyakitkan..
Hari ini seperti biasa, kamu tak mau tinggalkanku
Dan aku, tak pernah melepaskan pandanganku kearahmu
Kamu tetap terdiam..
Meski begitu, kamu terus berusaha sembunyikannya
Dan tetap tersenyum seperti biasa
Hanya saja hari ini sedikit pucat..
Kamu selalu saja seperti ini
Tak pernah lepas
Bahkan sampai detik ini pun
Aku tetap tak mengenalmu
Bahkan bagaimana perasaanmu kepadaku
Aku itu apa? Aku itu siapa?
Hingga senja menyapa, kamu tetap bungkam
Aku tak tau harus mengatakan apa lagi..
Bahkan aku pun tak tau, apakah kau akan dengarkanku
Atau mungkin, kamu masih kesal terhadapku..
Karena tak bisa tepati janji kita berdua
Apakah masih ada kesempatan untukku
Utarakan semua perasaanku kepadamu
Genggam sekali lagi tanganmu
Menangis dipelukkanmu untuk terakhir kalinya
Maaf
Maafkan aku..
Maafkan aku yang telah melukaimu
Harusnya aku tak bertemu denganmu dan ucapkan janji itu..
Janji bahwa kita akan selalu bersama
Bahwa kita akan bahagia bersama sampai akhir nanti..
Kenangan dan ingatan yang mulai memudar
Ku tak dapat lagi lihat dengan jelas
Rasakan dingin yang selama ini tak pernah kurasakan..
Gelap, namun aku masih ingat jelas
wajahmu dan semua tentangmu..
Hari ini seperti biasa, kamu tak mau tinggalkanku
Dan aku, tak pernah melepaskan pandanganku kearahmu
Kamu tetap terdiam..
Meski begitu, kamu terus berusaha sembunyikannya
Dan tetap tersenyum seperti biasa
Hanya saja hari ini sedikit pucat..
Kamu selalu saja seperti ini
Tak pernah lepas
Bahkan sampai detik ini pun
Aku tetap tak mengenalmu
Bahkan bagaimana perasaanmu kepadaku
Aku itu apa? Aku itu siapa?
Hingga senja menyapa, kamu tetap bungkam
Aku tak tau harus mengatakan apa lagi..
Bahkan aku pun tak tau, apakah kau akan dengarkanku
Atau mungkin, kamu masih kesal terhadapku..
Karena tak bisa tepati janji kita berdua
Apakah masih ada kesempatan untukku
Utarakan semua perasaanku kepadamu
Genggam sekali lagi tanganmu
Menangis dipelukkanmu untuk terakhir kalinya
Maaf
Maafkan aku..
Maafkan aku yang telah melukaimu
Harusnya aku tak bertemu denganmu dan ucapkan janji itu..
Janji bahwa kita akan selalu bersama
Bahwa kita akan bahagia bersama sampai akhir nanti..
Kenangan dan ingatan yang mulai memudar
Ku tak dapat lagi lihat dengan jelas
Rasakan dingin yang selama ini tak pernah kurasakan..
Gelap, namun aku masih ingat jelas
wajahmu dan semua tentangmu..
Aku akan tertidur lelap dan mungkin takkan bisa menjahilimu lagi..
Meskipun begitu, aku kan tetap hadir dalam hidupmu
Menjadi kenangan yang terindah dalam setiap mimpimu
Dan akan selalu menjadi pelindungmu, dalam wujud yang berbeda...
Aku mencintaimu
Selasa, 25 Juni 2019
Generalized Anxiety Disorder
Generalized Anxiety Disorder (GAD) bisa diartikan begini, seseorang yang ngalamin kekhawatiran sepanjang waktu terhadap semua hal. Mungkin emang benar kalau suatu permasalahan tersebut terlihat seperti hanya masalah kecil saja. Akan tetapi bagi orang yang mengidap GAD menjadi hal serius bagi dirinya. Orang yang punya GAD ini gak bisa yang namanya kontrol perasaan khawatir, pikiran-pikiran negatif dan biasanya kekhawatiran itu muncul tanpa sebab. Tidak seperti pobia yang ketakutannya terhadap hal yang bisa dijelaskan spesifik sedangkan GAD itu sendiri gak bisa dijelaskan. Pokoknya GAD ini menyebabkan orang tersebut seperti membesar-besarkan masalah padahal memang dia sedang berkelahi dengan pikiran negatifnya sendiri.
Terus apa aja sih yang biasa dirasakan sama orang yang ngidap GAD?
Biasanya terlihat dari pemikirannya yang selalu berpikir negatif terhadap semua hal. "Ah, aku kayaknya gak bakalan bisa", "Aku udah cakep belum ya?", "Kalau dijalan tabrakan dan aku kenapa2 gimana?" dsb. Jadi selama akan melakukan suatu hal, dia akan kelahi dengan pikirannya sendiri. Yang dikhawatirkan adalah ketika dia terus berpikir, menangis, bersedih sepanjang hari kemudian berujung dia tidak melakukan apa-apa. Yang lebih ditakutkan adalah bisa berakibat pada menghilangkan nyawa sendiri.
Terus juga, yang biasa dirasain adalah kepala pusing, mual, keringat dingin, gemetaran, kadang bisa juga sampai sakit pinggang.
Kok orang bisa kena GAD?
Kalau sejauh yang aku tahu, ada banyak faktor sih. Yang bisa ku jelasin disini ada faktor genetik sama trauma sih biasanya. Kalau faktor genetik itu karena pada saat seorang ibu mengandung sedang dalam keadaan dengan adanya mental illness, bayi itu kan ngerekam semua hal sejak didalam kandungan juga jadi dia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh si ibu. Terus kalau trauma ya berarti takut sama suatu hal yang benar-benar menurutnya merubah semua hidupnya. Tersmasuk misalkan dari keluarga yang kurang harmonis (Broken Home), adanya kekerasan dalam rumah tangga salah satunya. Karena keluarga merupakan tempat dimana seseorang untuk berlindung, jika kurangnya peran orangtua dalam mensupport anak dari mana anak bisa belajar hal yang lebih baik sehingga kadang mereka kebingungan dengan arti menjadi orang yang baik itu seperti apa.
Terus apa yang bisa dilakukan ketika GAD itu datang?
Memang orang yang mengidap GAD menjadi susah untuk mengkontrol pikirannya sendiri, jadi ketika panik, ketakutan, dan kekhawatiran datang disaat kita sedang berada dalam pekerjaan atau sedang banyak orang kita bisa kok melakukan relaksasi agar terlepas dari itu semua. Caranya adalah cari posisi yang dirasa paling nyaman, sambil berbaring maupun duduk dengan tegak, temukan posisi nyaman kalian sendiri. Buat senyaman mungkin. Lalu, fokuslah untuk mengambil napas dengan hidung kemudian tahan sebentar dan hembuskan lewat mulut. Lakukan dan fokuslah sama proses bernapas saja sampai dirasa sudah lebih lega.
Terus bisa juga menuliskan semua apa yang kamu pikirkan kedalam bentuk tulisan. Selain meluapkan perassaanmu, dengan menulis kita juga dapat mengetahui sejauh mana kita telah berkembang dalam proses mengolah perasaan dan pikiran.
Kemudian temukan masalah yang membuatmu triggered. Misalkan, melihat foto temanmu sedang bersama keluarganya yang sedang berlibur. Terus kamu merasa kok keluargaku gak kayak dia ya? Kapan aku gini kapan aku gitu. Nah, hal2 yang membuat kamu berpikiran negatif, diusahakan jangan dipikirkan dan kalau perlu gak usah dilihat. Langsung scroll aja. Karena menurutku, itu bukan iri maupun bukan rasa bersyukur. Ayolah, mana ada yang mau kena mental illness kan.. Kalau orang bisa milih buat idup jadi apa, aku yang termasuk salah satunya juga bakalan milih jadi anaknya siapa.
Yang terpenting untuk yang mengidap GAD, harus rajin-rajin membiasakan diri untuk berpikir positif, lawan semua pikiran negatif itu. Lakuin apa yang menurutmu membuat kamu bahagia. DAN JANGAN PATAH SEMANGAT! Aku tahu itu gak semudah tulisan ini, tapi seenggaknya kita berani buat ngelangkah, BUAT SEMBUH! BUAT TERSENYUM LAGI!
Rabu, 13 Februari 2019
Story of My Life (Self Harm)
Namaku Cendy. Bisa dibilang sekarang ini aku sedang survive dari pikiranku sendiri. Iya, pikiran negatif yang selalu dateng ngehantuin padahal hal itu semua belum tentu bakal kejadian. Jadi memang setiap hari gak mandang itu jam berapa, moodku bener-bener naik turun gak karuan. Aku sering saat dikampus, atau dimanapun tiba-tiba down, aku selalu lari ke kamar mandi buat nangis. Apalagi pas malem hari, udahlah itu gak bisa ngapa-ngapain lagi selain harus ngalah dan nurutin semua apa yang pikiranku mau. Dia mau minum, dia mau cutting ya aku lakuin. Karena emang pas semua kekhawatiran dateng, aku ngerasa kayak banyak orang yang ada di sekelilingku, bener-bener dia mondar-mandir di depanku padahal lagi gak ada siapa-siapa disitu. Penuh, tapi hati ngerasa kalau aku itu kesepian. Bener-bener kosong hidup kayak cuman buat ngabisin oksigen disini.
Sampah....
Pernah waktu itu kepala memang lagi penuh-penuhnya, banyak masalah dateng bareng-bareng dan itu ngebuat aku drop. Aku gak mau ketemu orang SAMA SEKALI selama 3 minggu. Siapapun kecuali pacarku. Jadi aku bener-bener bolos kuliah dan cuman mampir di kosan pacaraku buat numpang nangis. Untuk makan, aku cuman mau makan sehari sekali itupun nitip pacarku karena emang aku bener-bener gak mau ketemu siapa-siapa. Padahal,notabene pacarku itu kuliah dari pagi sampe sore tanpa jeda ngerjain tugasnya juga. Aku pagi dateng, sore pulang.. dan masih sempet-sempetnya dia ngurusin aku. Im so sorry..
Emang dari awal SMK pun,aku udah sering nyakitin diri sendiri, mukulin cermin sampai berdarah, mukulin tembok sampai tangan kanan ku hancur, ngehantam kepalaku ketembok sampai kepala tuh gak mulus bentuknya. Apa yang kurasain setelah itu? Semua rasa sakit itu malah ngebuat aku lega walaupun perih.
Aku masih inget kenapa aku mutusin buat selfharm dengan cara gores-gores lenganku sendiri... jadi awal mulanya ada seseorang dateng ke aku lagi setelah sekian lama dia ilang tanpa kabar. Berusaha buat deketin aku lagi. Aku yang memang mentalnya sedang dalam keadaan tidak stabil, tiba-tiba dikasih tau alasan kenapa dia ngilang.. Dia kasih tau semuanya, alasan kenapa dia ngilang berapa tahun. Ya, yaudah. Siapa yang gak kepikiran. Aku ambil cutter, aku nangis di kamar mandi rumah dimana tempat itu emang jauh dari keramaian. Aku foto, aku kirim dan aku bilang
"aku minta maaf, mungkin memang ini gak cukup sakit kayak apa yang kamu rasain tapi semoga impas."
Ya.. Yaudah sih, dimulai dari hal itu sekarang aku ngelampiasin semuanya ke cutting. Sampai dimana puncaknya pas aku ngurung diri selama 3 minggu itu, aku cutting lagi. Dan..... bener-bener robek sampai tulangnya kelihatan. Darah ngalir deres, dan muka udah pucet ara-gara kehilangan banyak darah . Lemes banget cuman bisa rebahan. Pacarku ngambilin kain hitam buat nutupin lukanya itu. Aku udah hampir gak sadar waktu itu. Yang ku inget waktu itu aku bilang,
"kalau aku mati, jangan sedih ya...."
Gak inget lagi, pokoknya tiba-tiba udah sampai rumah sakit aja. Waktu itu aku masih setengah sadar, soalnya aku masih sempet nulis formulir sambil nahan biar gak mati rasa.Dan, luka itu harus dijahit. Aku gak pegang uang sama sekali, pacarku juga lagi gak pegang uang. Alhasil, nekat minta kakakku buat transfer. Itu ruangan, yang tadinya sepi jadi rame. Perawat satu-satu dateng, nanyain aku kenapa kok bisa sampai luka tangannya. Yaudah, ku jawab juju. Terus dijawab "Temen saya yang sakit akut divonis meninggal 3 bulan lagi lho mbak. Mbaknya yang sehat, malah pengen mati." Ya cuman ku diemin aja sambil senyum dikit. Nih ya, omongan kayak mbaknya itu. Gimana ya, aku tau niatnya mau nyemangatin. Tapi kalau aku malah seolah-olah ngeremehin. Orang yang pikirannya mau mati begini kamu nasehatin macem-macem ya gak akan mempan. Gak bakalan peduli. Nyakitin, asli.
Langganan:
Komentar (Atom)