Generalized Anxiety Disorder (GAD) bisa diartikan begini, seseorang yang ngalamin kekhawatiran sepanjang waktu terhadap semua hal. Mungkin emang benar kalau suatu permasalahan tersebut terlihat seperti hanya masalah kecil saja. Akan tetapi bagi orang yang mengidap GAD menjadi hal serius bagi dirinya. Orang yang punya GAD ini gak bisa yang namanya kontrol perasaan khawatir, pikiran-pikiran negatif dan biasanya kekhawatiran itu muncul tanpa sebab. Tidak seperti pobia yang ketakutannya terhadap hal yang bisa dijelaskan spesifik sedangkan GAD itu sendiri gak bisa dijelaskan. Pokoknya GAD ini menyebabkan orang tersebut seperti membesar-besarkan masalah padahal memang dia sedang berkelahi dengan pikiran negatifnya sendiri.
Terus apa aja sih yang biasa dirasakan sama orang yang ngidap GAD?
Biasanya terlihat dari pemikirannya yang selalu berpikir negatif terhadap semua hal. "Ah, aku kayaknya gak bakalan bisa", "Aku udah cakep belum ya?", "Kalau dijalan tabrakan dan aku kenapa2 gimana?" dsb. Jadi selama akan melakukan suatu hal, dia akan kelahi dengan pikirannya sendiri. Yang dikhawatirkan adalah ketika dia terus berpikir, menangis, bersedih sepanjang hari kemudian berujung dia tidak melakukan apa-apa. Yang lebih ditakutkan adalah bisa berakibat pada menghilangkan nyawa sendiri.
Terus juga, yang biasa dirasain adalah kepala pusing, mual, keringat dingin, gemetaran, kadang bisa juga sampai sakit pinggang.
Kok orang bisa kena GAD?
Kalau sejauh yang aku tahu, ada banyak faktor sih. Yang bisa ku jelasin disini ada faktor genetik sama trauma sih biasanya. Kalau faktor genetik itu karena pada saat seorang ibu mengandung sedang dalam keadaan dengan adanya mental illness, bayi itu kan ngerekam semua hal sejak didalam kandungan juga jadi dia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh si ibu. Terus kalau trauma ya berarti takut sama suatu hal yang benar-benar menurutnya merubah semua hidupnya. Tersmasuk misalkan dari keluarga yang kurang harmonis (Broken Home), adanya kekerasan dalam rumah tangga salah satunya. Karena keluarga merupakan tempat dimana seseorang untuk berlindung, jika kurangnya peran orangtua dalam mensupport anak dari mana anak bisa belajar hal yang lebih baik sehingga kadang mereka kebingungan dengan arti menjadi orang yang baik itu seperti apa.
Terus apa yang bisa dilakukan ketika GAD itu datang?
Memang orang yang mengidap GAD menjadi susah untuk mengkontrol pikirannya sendiri, jadi ketika panik, ketakutan, dan kekhawatiran datang disaat kita sedang berada dalam pekerjaan atau sedang banyak orang kita bisa kok melakukan relaksasi agar terlepas dari itu semua. Caranya adalah cari posisi yang dirasa paling nyaman, sambil berbaring maupun duduk dengan tegak, temukan posisi nyaman kalian sendiri. Buat senyaman mungkin. Lalu, fokuslah untuk mengambil napas dengan hidung kemudian tahan sebentar dan hembuskan lewat mulut. Lakukan dan fokuslah sama proses bernapas saja sampai dirasa sudah lebih lega.
Terus bisa juga menuliskan semua apa yang kamu pikirkan kedalam bentuk tulisan. Selain meluapkan perassaanmu, dengan menulis kita juga dapat mengetahui sejauh mana kita telah berkembang dalam proses mengolah perasaan dan pikiran.
Kemudian temukan masalah yang membuatmu triggered. Misalkan, melihat foto temanmu sedang bersama keluarganya yang sedang berlibur. Terus kamu merasa kok keluargaku gak kayak dia ya? Kapan aku gini kapan aku gitu. Nah, hal2 yang membuat kamu berpikiran negatif, diusahakan jangan dipikirkan dan kalau perlu gak usah dilihat. Langsung scroll aja. Karena menurutku, itu bukan iri maupun bukan rasa bersyukur. Ayolah, mana ada yang mau kena mental illness kan.. Kalau orang bisa milih buat idup jadi apa, aku yang termasuk salah satunya juga bakalan milih jadi anaknya siapa.
Yang terpenting untuk yang mengidap GAD, harus rajin-rajin membiasakan diri untuk berpikir positif, lawan semua pikiran negatif itu. Lakuin apa yang menurutmu membuat kamu bahagia. DAN JANGAN PATAH SEMANGAT! Aku tahu itu gak semudah tulisan ini, tapi seenggaknya kita berani buat ngelangkah, BUAT SEMBUH! BUAT TERSENYUM LAGI!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar