hujan

Jumat, 08 Agustus 2025

From your lovely bitch, cendyta

 Halo, Dokter Satria... 

Mungkin surat ini tidak akan sampai ke tanganmu. Tapi aku tetap ingin menulisnya, karena ada begitu banyak yang belum sempat aku sampaikan.

Terima kasih dok, karena pernah hadir dalam hidupku.. Walaupun sebentar, walaupun tak seperti yang aku harapkan. Kehadiran dokter menyisakan jejak yang tak bisa aku abaikan. Caramu menatap, berbicara, dan bersikap tulus... semuanya membuat aku merasa dihargai sebagai manusia. Di saat aku rapuh, dokter adalah alasan kecil untuk tetap bertahan.

Aku tahu, mungkin perasaanku ini tidak pada tempatnya. Mungkin juga dokter tidak pernah memikirkanku dengan cara yang sama. Tapi perasaan tidak butuh alasan untuk tumbuh, kan? Dan aku tidak menyesal pernah menyayangimu dalam diam.

Kalau suatu hari dokter membaca surat ini, aku hanya ingin dokter tahu: kamu pernah sangat berarti untuk seseorang yang sedang mencoba bertahan. Kamu orang baik, aku akan mengingat itu seumur hidupku.. Bahkan di surga kelak.. 

Jaga diri baik-baik, ya, Dok.

Dan kalau boleh aku berharap, semog dokter hidup bahagia, dengan atau tanpa tahu betapa besar rasa yang kutitipkan lewat kata-kata ini.

Dari seseorang yang pernah (dan mungkin masih) menyayangimu dalam diam

Your lovely bitch, Cendyta.

Kamis, 29 Mei 2025

Apakah BPJS Dapat Menanggung Biaya Untuk Kesehatan Mental?

Apakah BPJS Dapat Menanggung Biaya Untuk Kesehatan Mental?

        Jawabannya adalah ya, BPJS menanggung perawatan untuk kesehatan mental. Akan dijelaskan bagaimana caranya dan apa saja yang harus disiapkan. Oleh karena itu sebelumnya kita perlu tahu tenaga medis di bidang kesehatan mental itu ada 2, Psikolog dan Pskiatri. Psikolog adalah seorang ahli yang mendalami ilmu psikologi. Seorang psikolog lebih ke membantu mereka dalam mengatasi masalah kejiwaan, perilaku, pikiran dan emosi dengan cara terapi, konseling, maupun pengarahan. Dan perlu diingat, seorang Psikologi tidak dapat meresepkan obat. Sedangkan Pskiater adalah seorang dokter spesialis kejiwaan, membantu mereka dengan cara memiliki pengetahuan mendalam tentang anatomi otak, proses psikologis, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan mental. Psikiater bertanggung jawab untuk mendiagnosis, merawat, dan mencegah gangguan mental, termasuk dengan memberikan terapi medis seperti resep obat, serta terapi psikologis

Cara Menggunakan BPJS untuk Mengobati Mental Illness

        Menurut pengalaman pribadi, saya sudah mencoba berobat ke keduanya yaitu Psikolog dan Pskiater. Psikolog sendiri lebih ke mencari penyebab dan dasar dari rasa tidak enak yang sedang kita alami, lalu menguraikan benang kusut dari masalahnya. Kemudian memberikan beberapa cara agar kita bisa lebih ngerasa lega disaat kita sedang nge-down. Sedangkan Pskiater sendiri lebih ke mencari gejala, rasa tidak enak apa yang timbul di kita. Lalu mendiagnosis dan meressepkan obat sesuai dengan gejala yang timbul karena sakit tersebut misalkan tangan tremor, ketakutan berlebih, sedih tanpa penyebab, terlalu implusive dan lain sebagainya

        Cara mendapatkan pengobatan ke Psikolog dengan BPJS :

1. Pastikan BPJS sudah aktif, lalu kunjungi ke faskes I yang memiliki psikolog.

2. Daftar lalu pilih poli umum.

3. Setelah bertemu dengan dokter, ceritakan apa keluhanmu dan masal4. Dokter akan melihat apakah perlu rujukan internal ke Psikolog atau tidak

5. Setelah mendapatkan surat rujukan internal, ke ruang tunggu Psikolog untuk menunggu panggilan.

          Nanti ketika giliranmu, tinggal ungkapin aja apa yang kamu rasakan, apa masalahmu, nanti Psikolog bakalan bantu kamu dengan cara memberikan beberapa pertanyaan agar lebih memahami dimana akar masalah yang harus dibahas. Agar lebih tertata, kamu bisa siapin note terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan. Biasanya percakapan ini akan memerlukan waktu 1-1,5 jam untuk per sesi

        Cara mendapatkan pengobatan ke Pskiater dengan BPJS :

1. Ketika Psikolog merasakan jika pasien membutuhkan pertolongan lebih lanjut, Psikolog akan merujukkan kalian ke rumah sakit tipe D, kalian bisa memilih waktu dan RS yang mana RS tersebut memiliki Pskiater. 

2. Datang ke RS lalu menunggu antrian untuk dipanggil, biasanya RS sekarang memakai sistem antrian online jadi pastikan sebelumnya sudah mengunduh aplikasinya dan mendaftarkan diri terlebih dahulu agar tidak terlalu lama menunggu.

           Cara agar dapat rawat inap di RS karena kesehatan mental

        Biasanya dalam fase tertentu kita memperlukan bantuan lebih intens saat sedang down parah, jadi cara penanganan yang tepat adalah dengan melakukan rawat inap ke rumah sakit jiwa / rumah sakit yang memiliki bangsal khusus rawat inap pasien pengidap penyakit mental. Contohnya adalah ketika pasien sudah melukai diri sendiri, terbesit pikiran untuk bunuh diri, atau bahkan sudah mencoba mempraktikannya. Ketika dirawat inap, pasien diberikan ruangan yang aman dan nyaman untuk mendapingi proses pemulihan sakitnya. Biasanya membutuhkan waktu 5-14 hari untuk diobservasi oleh Pskiater yang ada disana.

        Cara untuk rawat inap :

1. Cara yang pertama, menunggu jadwal kontrol ke RS selanjutnya, kemudian menjelaskan keadaan kita ke Pskiater, lalu apakah diperkenankan untuk rawat inap / tidak.

2.  Setelah itu, pilih RS mana yang terbaik untuk pasien.

3. Lalu ke IGD RS tersebut, nanti akan ditanyakan beberapa hal kenapa pasien harus memerlukan perawatan rawat inap / tidak. Setiap RS memiliki aturannya sendiri, misal tentang boleh /  tidaknya membawa hp dsb.

4. Cara yang kedua adalah jika pasien sangat membutuhkan pertolongan bisa langsung ke IGD RS yang memiliki bangsal. 

 

 

Jika memiliki pertanyaan tetang tulisan ini bisa langsung PM aku di Facebook :

https://www.facebook.com/cendytafp

atau DM aku di :

https://www.instagram.com/cendytafp



Selasa, 18 Juni 2024

Rainbow Bridge

Sudah berapa lama, aku tak pernah melihat warna lain selain abu-abu. Apa kau tau rasanya berdiri di tengah keramaian tanpa dapat melihat hal lain selain kehampaan..? Apapun itu, aku hanya ingin diselamatkan. Aku tetap berjalan meskipun tak dapat melihat apapun. Tapi satu hal yang aku pegang dari dulu, suatu saat nanti di ujung sana pasti ada hal yang menungguku.. 

Entah apapun yang ku lalui rasanya berat sekali untuk dijalani. Bahkan bernapas saja rasanya sesak sekali.. Apapun kulakukan hanya untuk merasa tetap hidup. Apapun, meskipun itu akan merenggut nyawaku sekalipun. Aku sudah tak peduli lagi dengan rasa sakit yang sudah ku bawa berapa tahun lamanya. Meskipun aku harus merangkak sekalipun, aku tetap melangkah. Yang kupikirkan sekarang hanyalah bagaimanapun caranya aku harus berpindah tempat. Maju tanpa tahu apa yang menungguku di depan. Tak peduli apakah itu malaikat pencabut nyawa sekalipun. 

Aku tak pernah memikirkan perasaanku. Yang paling terpenting adalah perasaan orang lain. Aku tak pernah memperdulikan rasa sakit yang selalu aku Terima, asalkan orang di sekitarmu bisa tersenyum. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, selama ini aku hanya mencari sesuatu hal yang setidaknya bisa dijadikan alasan aku untuk hidup. Menangis adalah makanan sehari-hari ku. Bagiku tak mengapa, asalkan aku bisa bernapas sampai detik ini. 

Ketika aku meraba, sudah tak ada jalan lagi yang bisa ku lalui. Buntu. Saat itu aku bingung, aku harus apa? Apakah aku sudah menemukan sesuatu, atau memang pada dasarnya aku mengejar apa yang tak dapat lagi aku kejar..? Kemudian entah darimana datangnya, sosok yang tak asing mengulurkan tangannya. Apakah tak mengapa denganku? Kamu senang kah, dengan kehadiranku? Walaupun compang-camping berlumuran darah seperti ini. Apakah tak mengapa, orang seperti ku untuk bisa berada di sampingmu..? 

Sudah berapa lama aku tak melihat senyumnya. Ia tetap merangkul ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Ia pun mengobati segala luka yang sudah lama membekas. Sakit. Tapi senyumnya membuatku merasa aman. Pelukan hangat hari itu tak akan pernah aku lupakan. Semuanya air mata tumpah. 

Pandangan yang kabur perlahan menjadi jelas. Ah, aku benar-benar merindukan senyumannya. Senyuman yang selama ini aku nantikan. Hangatnya pelukan yang selama ini hanya aku mimpikan hari ini terbayar sudah semuanya. Perlahan aku mulai bisa melihat warna lain, di ujung sana aku pun melihat jembatan yang begitu indah. Tak pernah sekalipun selama hidup aku melihatnya. Aku pun mulai melangkah lagi. Mari sekali lagi menyebrangi jembatan dengan bergandengan tangan. Kita bercanda dan tertawa seperti biasa. Walaupun nanti aku tak dapat melihatmu lagi, apakah kamu tetap mau menghampiriku? Walaupun begitu, ingatan tentangmu tak akan pernah ku lupakan sedikitpun. Tak akan pernah ku lupakan. Tak akan pernah ku lupakan.. Tak akan pernah ku lupakan.. Karena kamulah yang mengajarkanku, bagaimana bahagia dengan kehadiran orang lain di hidup kita. 

Kamis, 28 November 2019

Pertemuan adalah Perpisahan

Terjebak di ketidakpastian yang tak menyenangkan
Aku dapat melihatmu, aku dapat mendengarmu
Dalam satu ruang yang tak nampak luas namun tetap tak dipertemukan
Berhentilah berpikir, apa yang kau gumamkan?
Yang harusnya keluarkan air mata adalah aku.. Egois...

Pertemuan adalah sebuah perpisahan yang tertunda..
Apa yang harus ku lakukan ketika hari itu datang
Tawaku hari ini kugunakan untuk apa?
Semuanya sia-sia.. Semuanya..

Tawaku hari ini adalah cerminan tangisku di kemudian hari
Ku terus menunggu, sungguh.. Aku lelah.
Terus menerus hitung mundur hari demi hari
sehari dua hari tiga hari..
Waktuku tak banyak..
Tolong mengertilah..

Aku tak paham arti dari sebuah pertemuan
Jika sesakit ini, aku tak inginkan semua itu
Kenangan, memori yang teringat jelas di ingatanku
Perlahan menghilang, tak berbekas
Akankah setelah jauh darimu, semua ini akan menjadi hampa?









Sabtu, 20 Juli 2019

Aku mencintaimu

Langit tak secerah hari kemarin
Rintik hujan basahi tubuh kita berdua
Kau datang, berikanku sekuntum mawar merah berduri
Bunga yang selalu aku impikan
Indah, namun menyakitkan..
Hari ini seperti biasa, kamu tak mau tinggalkanku
Dan aku, tak pernah melepaskan pandanganku kearahmu

Kamu tetap terdiam..
Meski begitu, kamu terus berusaha sembunyikannya
Dan tetap tersenyum seperti biasa
Hanya saja hari ini sedikit pucat..

Kamu selalu saja seperti ini
Tak pernah lepas
Bahkan sampai detik ini pun
Aku tetap tak mengenalmu
Bahkan bagaimana perasaanmu kepadaku
Aku itu apa? Aku itu siapa?

Hingga senja menyapa, kamu tetap bungkam
Aku tak tau harus mengatakan apa lagi..
Bahkan aku pun tak tau, apakah kau akan dengarkanku
Atau mungkin, kamu masih kesal terhadapku..
Karena tak bisa tepati janji kita berdua 


Apakah masih ada kesempatan untukku
Utarakan semua perasaanku kepadamu
Genggam sekali lagi tanganmu
Menangis dipelukkanmu untuk terakhir kalinya

Maaf
Maafkan aku..
Maafkan aku yang telah melukaimu

Harusnya aku tak bertemu denganmu dan ucapkan janji itu..
Janji bahwa kita akan selalu bersama
Bahwa kita akan bahagia bersama sampai akhir nanti..

Kenangan dan ingatan yang mulai memudar
Ku tak dapat lagi lihat dengan jelas
Rasakan dingin yang selama ini tak pernah kurasakan..
Gelap, namun aku masih ingat jelas
wajahmu dan semua tentangmu..

Aku akan tertidur lelap dan mungkin takkan bisa menjahilimu lagi..
Meskipun begitu, aku kan tetap hadir dalam hidupmu
Menjadi kenangan yang terindah dalam setiap mimpimu
Dan akan selalu menjadi pelindungmu, dalam wujud yang berbeda...

Aku mencintaimu







Selasa, 25 Juni 2019

Generalized Anxiety Disorder

Generalized Anxiety Disorder (GAD) bisa diartikan begini, seseorang yang ngalamin kekhawatiran sepanjang waktu terhadap semua hal. Mungkin emang benar kalau suatu permasalahan tersebut terlihat seperti hanya masalah kecil saja. Akan tetapi bagi orang yang mengidap GAD menjadi hal serius bagi dirinya. Orang yang punya GAD ini gak bisa yang namanya kontrol perasaan khawatir, pikiran-pikiran negatif dan biasanya kekhawatiran itu  muncul tanpa sebab. Tidak seperti pobia yang ketakutannya terhadap hal yang bisa dijelaskan spesifik sedangkan GAD itu sendiri gak bisa dijelaskan. Pokoknya GAD ini menyebabkan orang tersebut seperti membesar-besarkan masalah padahal memang dia sedang berkelahi dengan pikiran negatifnya sendiri.

Terus apa aja sih yang biasa dirasakan sama orang yang ngidap GAD?

Biasanya terlihat dari pemikirannya yang selalu berpikir negatif  terhadap semua hal. "Ah, aku kayaknya gak bakalan bisa", "Aku udah cakep belum ya?", "Kalau dijalan tabrakan dan aku kenapa2 gimana?" dsb. Jadi selama akan melakukan suatu hal, dia akan kelahi dengan pikirannya sendiri. Yang dikhawatirkan adalah ketika dia terus berpikir, menangis, bersedih sepanjang hari kemudian berujung  dia tidak melakukan apa-apa. Yang lebih ditakutkan adalah bisa berakibat pada menghilangkan nyawa sendiri. 

Terus juga, yang biasa dirasain adalah kepala pusing, mual, keringat dingin, gemetaran, kadang bisa juga sampai sakit pinggang.

Kok orang bisa kena GAD?

Kalau sejauh yang aku tahu, ada banyak faktor sih. Yang bisa ku jelasin disini ada faktor genetik sama trauma sih biasanya. Kalau faktor genetik itu karena pada saat seorang ibu mengandung sedang dalam keadaan dengan adanya mental illness, bayi itu kan ngerekam semua hal sejak didalam kandungan juga jadi dia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh si ibu. Terus kalau trauma ya berarti takut sama suatu hal yang benar-benar menurutnya merubah semua hidupnya. Tersmasuk misalkan dari keluarga yang kurang harmonis (Broken Home), adanya kekerasan dalam rumah tangga salah satunya. Karena keluarga merupakan tempat dimana seseorang untuk berlindung, jika kurangnya peran orangtua dalam mensupport anak dari mana anak bisa belajar hal yang lebih baik sehingga kadang mereka kebingungan dengan arti menjadi orang yang baik itu seperti apa.

Terus apa yang bisa dilakukan ketika GAD itu datang?

Memang orang yang mengidap GAD menjadi susah untuk mengkontrol pikirannya sendiri, jadi ketika panik, ketakutan, dan kekhawatiran datang disaat kita sedang berada dalam pekerjaan atau sedang banyak orang kita bisa kok melakukan relaksasi agar terlepas dari itu semua. Caranya adalah cari posisi yang dirasa paling nyaman, sambil berbaring maupun duduk dengan tegak, temukan posisi nyaman kalian sendiri. Buat senyaman mungkin. Lalu, fokuslah untuk mengambil napas dengan hidung kemudian tahan sebentar dan hembuskan lewat mulut. Lakukan dan fokuslah sama proses bernapas saja sampai dirasa sudah lebih lega. 

Terus bisa juga menuliskan semua apa yang kamu pikirkan kedalam bentuk tulisan. Selain meluapkan perassaanmu, dengan menulis kita juga dapat mengetahui sejauh mana kita telah berkembang dalam proses mengolah perasaan dan pikiran.

Kemudian temukan masalah yang membuatmu triggered. Misalkan, melihat foto temanmu sedang bersama keluarganya yang sedang berlibur. Terus kamu merasa kok keluargaku gak kayak dia ya? Kapan aku gini kapan aku gitu. Nah, hal2 yang membuat kamu berpikiran negatif, diusahakan jangan dipikirkan dan kalau perlu gak usah dilihat. Langsung scroll aja. Karena menurutku, itu bukan iri maupun bukan rasa bersyukur. Ayolah, mana ada yang mau kena mental illness kan.. Kalau orang bisa milih buat idup jadi apa, aku yang termasuk salah satunya juga bakalan milih jadi anaknya siapa.

Yang terpenting untuk yang mengidap GAD, harus rajin-rajin membiasakan diri untuk berpikir positif, lawan semua pikiran negatif itu. Lakuin apa yang menurutmu membuat kamu bahagia. DAN JANGAN PATAH SEMANGAT! Aku tahu itu gak semudah tulisan ini, tapi seenggaknya kita berani buat ngelangkah, BUAT SEMBUH! BUAT TERSENYUM LAGI! 

Rabu, 13 Februari 2019

Story of My Life (Self Harm)

Namaku Cendy. Bisa dibilang sekarang ini aku sedang survive dari pikiranku sendiri. Iya, pikiran negatif yang selalu dateng ngehantuin padahal hal itu semua belum tentu bakal kejadian. Jadi memang setiap hari gak mandang itu jam berapa, moodku bener-bener naik turun gak karuan. Aku sering saat dikampus, atau dimanapun tiba-tiba down, aku selalu lari ke kamar mandi buat nangis. Apalagi pas malem hari, udahlah itu gak bisa ngapa-ngapain lagi selain harus ngalah dan nurutin semua apa yang pikiranku mau. Dia mau minum, dia mau cutting ya aku lakuin. Karena emang pas semua kekhawatiran dateng, aku ngerasa kayak banyak orang yang ada di sekelilingku, bener-bener dia mondar-mandir di depanku padahal lagi gak ada siapa-siapa disitu. Penuh, tapi hati ngerasa kalau aku itu kesepian. Bener-bener kosong hidup kayak cuman buat ngabisin oksigen disini. 

Sampah....

Pernah waktu itu kepala memang lagi penuh-penuhnya, banyak masalah dateng bareng-bareng dan itu ngebuat aku drop. Aku gak mau ketemu orang SAMA SEKALI selama 3 minggu. Siapapun kecuali pacarku. Jadi aku bener-bener bolos kuliah dan cuman mampir di kosan pacaraku buat numpang nangis. Untuk makan, aku cuman mau makan sehari sekali itupun nitip pacarku karena emang aku bener-bener gak mau ketemu siapa-siapa. Padahal,notabene pacarku itu kuliah dari pagi sampe sore tanpa jeda ngerjain tugasnya juga. Aku pagi dateng, sore pulang.. dan masih sempet-sempetnya dia ngurusin aku. Im so sorry..

Emang dari awal SMK pun,aku udah sering nyakitin diri sendiri, mukulin cermin sampai berdarah, mukulin tembok sampai tangan kanan ku hancur, ngehantam kepalaku ketembok sampai kepala tuh gak mulus bentuknya. Apa yang kurasain setelah itu? Semua rasa sakit itu malah ngebuat aku lega walaupun perih. 

Aku masih inget kenapa aku mutusin buat selfharm dengan cara gores-gores lenganku sendiri... jadi awal mulanya ada seseorang dateng ke aku lagi setelah sekian lama dia ilang tanpa kabar. Berusaha buat deketin aku lagi. Aku yang memang mentalnya sedang dalam keadaan tidak stabil, tiba-tiba dikasih tau alasan kenapa dia ngilang.. Dia kasih tau semuanya, alasan kenapa dia ngilang berapa tahun. Ya, yaudah. Siapa yang gak kepikiran. Aku ambil cutter, aku nangis di kamar mandi rumah dimana tempat itu emang jauh dari keramaian. Aku foto, aku kirim dan aku bilang 


"aku minta maaf, mungkin memang ini gak cukup sakit kayak apa yang kamu rasain tapi semoga impas."

Ya.. Yaudah sih, dimulai dari hal itu sekarang aku ngelampiasin semuanya ke cutting. Sampai dimana puncaknya pas aku ngurung diri selama 3 minggu itu, aku cutting lagi. Dan..... bener-bener robek sampai tulangnya kelihatan. Darah ngalir deres, dan muka udah pucet ara-gara kehilangan banyak darah . Lemes banget cuman bisa rebahan. Pacarku ngambilin kain hitam buat nutupin lukanya itu. Aku udah hampir gak sadar waktu itu. Yang ku inget waktu itu aku bilang, 

"kalau aku mati, jangan sedih ya...."

Gak inget lagi, pokoknya tiba-tiba udah sampai rumah sakit aja. Waktu itu aku masih setengah sadar, soalnya aku masih sempet nulis formulir sambil nahan biar gak mati rasa.Dan, luka itu harus dijahit. Aku gak pegang uang sama sekali, pacarku juga lagi gak pegang uang. Alhasil, nekat minta kakakku buat transfer. Itu ruangan, yang tadinya sepi jadi rame. Perawat satu-satu dateng, nanyain aku kenapa kok bisa sampai luka tangannya. Yaudah, ku jawab juju. Terus dijawab "Temen saya yang sakit akut divonis meninggal 3 bulan lagi lho mbak. Mbaknya yang sehat, malah pengen mati." Ya cuman ku diemin aja sambil senyum dikit. Nih ya, omongan kayak mbaknya itu. Gimana ya, aku tau niatnya mau nyemangatin. Tapi kalau aku malah seolah-olah ngeremehin. Orang yang pikirannya mau mati begini kamu nasehatin macem-macem ya gak akan mempan. Gak bakalan peduli. Nyakitin, asli.